PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN ASET

1. Prinsip Penggunaan yg Semaksimal Mungkin ( Principle of Highest and Best Use )
Penggunanaan yang semaksimal mungkin adalah penggunaan yang akan memberikan keuntungan yang paling maksimal. (Kriteria HBU)
2. Prinsip Penawaran dan permintaan ( Principle of Supply and Demand )
Properti mempunyai nilai bila properti tsb dapat digunakan. Nilai akan naik bila persediaan tanah berkurang dimana orang memerlukan tanah. Nilai yang terbaik didapati pada kota dengan penduduk yang padat, dimana tanah tersedia sedikit sehingga harga tanah menjadi tinggi dan sulit dipercaya. (Tanah di Pusat Kota akan semakin mahal)
3. Prinsip Pengganti ( Principles of Substitution )
Pembeli suatu properti akan membayar lebih terhadap suatu properti dibandingkan dengan biaya pembelian properti yang sama. Misalnya dalam pasar didapat dua properti dengan kondisi yang sama, maka properti dengan harga yang lebih rendah akan terjual terlebih dulu.
4. Prinsip keuntungan yg diharapkan properti ( Principles of Anticipation )
Nilai suatu properti adalah harapan akan ada keuntungan dimasa yang akan datang atas penggunaan properti tersebut. Contoh properti yang menghasilkan pendapatan antara lain : hotel, losmen dsb.
5. Prinsip adanya perubahan-perubahan ( Principles of Change )
Properti tak henti – hentinya berubah, nilai dipengharuhi banyak variabel antara lain jumlah penduduk, perubahan kondisi ekonomi, kontrol pemerintah thd properti, pembukaan jalan baru dan perubahan politik negara.
6. Prinsip Kesesuaian ( Principles of Conformity )
Properti yang terletak pada lingkungan yang cocok baik sosial maupun ekonominya, akan mempunyai nilai yang maksimum. Properti yang terletak didaerah yang kurang cocok nilainya akan kecil. (Property dekat dengan TPA akan menurun nilainya)
7. Prinsip Persaingan ( Principles of Competition )
Semua bentuk usaha ingin mendapatkan keuntungan, bila permintaan banyak maka developer akan mendapatkan keuntungan besar, developer lain akan datang, maka akan timbul persaingan sehingga mengakibatkan keuntungan akan turun. (Semakin banyak pesaing maka akan menurunkan harga penawaran)

8. Prinsip Penambahan dan Pengurangan ( Increasing & Decreasing Return )
Penambahan biaya suatu properti belum tentu akan menambah penghasilan properti tsb. Pada titik tertentu penambahan biaya akan mengakibatkan penambahan hasil yang makin berkurang, nilai properti tsb tidak bertambah bahkan cenderung akan turun. (Penambahan asesories patung untuk menghiasi rumah pada titik tertentu akan meningkatkan nilai rumah, tapi apabila penambahannya semakin banyak bisa jadi pada titik tertentu tidak akan menambah nilai rumah tersebut)
9. Prinsip Kontribusi ( Principles of Contribution )
Baik tanah maupun bangunan menberikan kontribusi pada total nilai dari harta kekayaan. Misal bangunan komersil yang sudah tua diatas tanah komersial boleh dikatakan bahwa nilai tanah disana memberikan kontribusi terhadap seluruh nilai dari properti tsb.
10. Prinsip Keseimbangan ( Principle of Balance )
Nilai dari harta kekayaan akan mencapai maksimal apabila faktor – faktor produksi yang berkaitan dengan harta tersebut dalam keadaan seimbang, faktor – faktor produksi tsb antara lain : tenaga kerja, modal, dsb. (Inflasi menyebabkan kenaikan harga).

Referensi :
Mappi Jatim, 2008 : Materi Kursus Appraisal, Pascasarjana Teknik Sipil ITS, Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: